Minggu, 14 November 2010

Takdir Pahit :'(

Semuanya akan kembali menjadi titik

Awal dihempaskannya saya kebawah

Dibawah kakinya tepat disebelah wajah saya

Meronta diam tapi tak bergeming juga


Gersang relung hati

Hitam dan merah merajai

2 goresan kalimat menusuk

14 bait sajak tak bermakna

Alur hati berbeda

Bertalu dengan irama pahit

Seberkas halusinasi hilang

Dugaan semakin indah

Bisikan memori halus membakar segalanya

Nada-nada indah menjadi malapetaka

Berfikir dengan relung haati

Ucapan selamat tinggal diantara 2 bukit

Kalimat terakhir dipertanggung jawabkan


12 menit peperangan

Tatapan saling merajam

Hening beraura neraka

Membenamkan wajah ketelapak penuh dosa

Akal sehat semakin jauh

Ditelan benci yang begitu hebat

Ketika dalam mati takdir berkata

Kalimat terakhir dipertanggung jawabkan


Dimana tahta telah digantikan

Bergulir kisah baru

Menggantikan kenangan lama

Tabiatnya mulai berubah

Mencari celah dimana air mata menetes

Kembali menggali kebenciaan

Air mata bukan alasan

Air mata bukan pelampiasan

Tapi air mata sebagai penghantar

Lukisan hati yang sedang terjadi



Menapaki sisi kelam menyendiri

Semakin larut semakin sepi

Melontarkan beribu pertanyaan

Tapi jumlahnya semakin berkurang

Bukan 1 menuju 100

Tapi 100 menuju 1

Gunakanlah topengmu

Tipudaya sekitar begitu anggun

Bukan berharap hanya berdoa

Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu



2 komentar: